Monday, September 10, 2012

Ayat ayat yang menjelaskan tentang SYUKUR


"Bersyukurlah terhadap nikmat Allah! sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu ingkar, maka sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih."

silakan rekan2 membuka Al-Qur'an dan mencari ayat berikut ini:

093 : 011 (surat ke 93, ayat ke 11)

031 : 012

027 : 040

014 : 007

016 : 018

014 : 034

003 : 145

002 : 152

sumber : 
Hadhiri,Choiruddin.2002.Klasifikasi Kandungan Al-Qur'an.Jakarta;Gema Insani Press.





Ayat ayat yang menjelaskan tentang WAKTU

"Hargailah waktu, agar tidak rugi!"
karena pentingnya waktu maka Allah bersumpah dengan waktu fajar, waktu subuh bila fajar menyingsing, waktu subuh bila mulai terang, waktu dhuha, waktu malam bila telah hampir gelap, cahaya merah waktu senja, waktu yang dijanjikan, dan masih banyak lagi kalimat indah Allah yang didahulukan atas nama WAKTU...

silakan rekan2 membuka Al-Qur'an dan mencari ayat berikut ini:

089 : 001 (surat ke 89, ayat ke 1)
081 : 017 
081 : 018
074 : 034
091 : 001
093 : 001
091 : 003
092 : 002
084 : 016
053 : 001
081 : 015
081 : 017
091 : 004
084 : 017
092 : 001
093 : 002
084 : 018
074 : 032
091 : 002
075 : 001
085 : 002
103 : 001
103 : 003

sumber : 
Hadhiri,Choiruddin.2002.Klasifikasi Kandungan Al-Qur'an.Jakarta;Gema Insani Press.

Thursday, September 6, 2012

Tanda dan Sebab diterimanya amalan


 apakah sebab-sebab dan tanda-tanda diterimanya amalan?
1- Tidak kembali berbuat dosa setelah melakukan ketaatan:
Karena kembali kepada dosa merupakan tanda kebinasaan dan kerugian,
Yahya bin Muadz berkata: ”barangsiapa yang beristighfar dengan lisannya sedangkan hatinya bertekad untuk bermaksiat, dan azamnya kembali kepada maksiat setelah sebulan dan kembali, maka puasanya tertolak darinya, dan pintu diterimanya amalan tertutup didepannya”.
Kebanyakan manusia bertaubat sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan kembali...jangan katakan seperti itu...tetapi katakan: Insya Allah saya tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk tidak kembali lagi.
2-Takut jika amalannya tidak diterima:
Allah Subhanahu wa Ta’alaa Maha Kaya dari ketaatan dan ibadah kita, Allah Azza wa Jalla berfirman: (Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan siapa yang kufur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia) [QS Luqman:12].
3- Diberikan taufik melaksanakan amal shalih sesudahnya:
Sesungguhnya tanda diterimanya ketaatan seorang hamba bahwa dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya, dan diantara tanda diterimanya kebaikan: mengerjakan kebaikan sesudahnya, karena kebaikan tersebut berkata: kebaikan lagi...kebaikan lagi. 
4- Menganggap remeh amalannya serta tidak ujub dan tertipu dengannya:
Sesungguhnya hamba yang beriman berapa banyakpun dia beramal shalih, namun seluruh amalnya tidak menjadikannya bersyukur atas kenikmatan itu seperti kenikmatan pada jasadnya pendengaran, penglihatan, atau lisan dan lainnya, dan tidak merasa telah menunaikan hak Allah Ta’alaa, karena hak Allah diluar gambaran kita, oleh karena itu termasuk sifat orang-orang yang ikhlas mereka menganggap kecil amalan mereka, sehingga mereka tidak takjub dengannya, dan tidak terkena penyakit ghurur yang akan menghapus pahalanya dan membuatnya merasa cukup dan malas untuk beramal shalih lagi.
5- Mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan:
Termasuk tanda diterimanya amalan, Allah memberikan kecintaan dalam hatimu terhadap ketaatan, sehingga engkau mencintainya, tenang dan tenteram kepadanya. Allah Ta’alaa berfirman:
6- Berharap dan banyak berdoa:
Sesungguhnya takut kepada Allah saja tidak cukup, karena harus dengan pasangannya yaitu berharap, karena takut tanpa berharap menyebabkan putus asa dari rahmat Allah, sedangkan berharap saja tanpa takut menyebabkan rasa aman dari siksa Allah.
7- Diberi kemudahan melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat:].
8- Mencintai orang-orang shalih dan membenci pelaku maksiat:
9- Banyak beristighfar:
10- Konsisten dalam mengerjakan amal shalih:



(Disarikan dari makalah Sheikh Amir bin Muhammad Al-Mudri imam dan khatib masjid Al-Iman di Yaman) 
(materidarikaeka)