apakah sebab-sebab
dan tanda-tanda diterimanya amalan?
1- Tidak kembali
berbuat dosa setelah melakukan ketaatan:
Karena kembali kepada dosa merupakan
tanda kebinasaan dan kerugian,
Yahya bin Muadz berkata: ”barangsiapa
yang beristighfar dengan lisannya sedangkan hatinya bertekad untuk bermaksiat,
dan azamnya kembali kepada maksiat setelah sebulan dan kembali, maka puasanya tertolak
darinya, dan pintu diterimanya amalan tertutup didepannya”.
Kebanyakan manusia bertaubat
sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan
kembali...jangan katakan seperti itu...tetapi katakan: Insya Allah saya
tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk
tidak kembali lagi.
2-Takut jika amalannya
tidak diterima:
Allah Subhanahu wa Ta’alaa
Maha Kaya dari ketaatan dan ibadah kita, Allah Azza wa Jalla berfirman:
(Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya
sendiri, dan siapa yang kufur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia)
[QS Luqman:12].
3- Diberikan taufik
melaksanakan amal shalih sesudahnya:
Sesungguhnya tanda diterimanya
ketaatan seorang hamba bahwa dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya,
dan diantara tanda diterimanya kebaikan: mengerjakan kebaikan sesudahnya,
karena kebaikan tersebut berkata: kebaikan lagi...kebaikan lagi.
4- Menganggap remeh
amalannya serta tidak ujub dan tertipu dengannya:
Sesungguhnya hamba yang beriman
berapa banyakpun dia beramal shalih, namun seluruh amalnya tidak menjadikannya
bersyukur atas kenikmatan itu seperti kenikmatan pada jasadnya pendengaran,
penglihatan, atau lisan dan lainnya, dan tidak merasa telah menunaikan hak
Allah Ta’alaa, karena hak Allah diluar gambaran kita, oleh karena itu
termasuk sifat orang-orang yang ikhlas mereka menganggap kecil amalan mereka,
sehingga mereka tidak takjub dengannya, dan tidak terkena penyakit ghurur yang
akan menghapus pahalanya dan membuatnya merasa cukup dan malas untuk beramal
shalih lagi.
5- Mencintai ketaatan dan
membenci kemaksiatan:
Termasuk tanda diterimanya amalan,
Allah memberikan kecintaan dalam hatimu terhadap ketaatan, sehingga engkau
mencintainya, tenang dan tenteram kepadanya. Allah Ta’alaa berfirman:
6- Berharap dan banyak
berdoa:
Sesungguhnya takut kepada Allah saja
tidak cukup, karena harus dengan pasangannya yaitu berharap, karena takut tanpa
berharap menyebabkan putus asa dari rahmat Allah, sedangkan berharap saja tanpa
takut menyebabkan rasa aman dari siksa Allah.
7- Diberi kemudahan
melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat:].
8- Mencintai orang-orang
shalih dan membenci pelaku maksiat:
9- Banyak beristighfar:
10- Konsisten dalam
mengerjakan amal shalih:
(Disarikan dari makalah Sheikh Amir
bin Muhammad Al-Mudri imam dan khatib masjid Al-Iman di Yaman)
(materidarikaeka)