Thursday, August 16, 2012

indikasi sukses ramadhan

"Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga..." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk tidak terjerumus di dalamnya. berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut.

sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan :

1. Memperbanyak ibadah di bulan Sya'ban
berfungsi untuk pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah shalat, tilawatul Qur'an, akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa. itulah hikmahnya mengapa Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya'ban.

2. Memenuhi target pembacaan Al-Qur'an
dianjurkan dapat membaca Al-Qur'an lebih baik dari bulan-bulan selainnya. minimal harus dapat mengkhatamkan satu kali sepanjang bulan ini karena memang itulah target minimal pembacaan al-Qur'an yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

3. Memelihara lidah
"Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, "Aku berpuasa" (HR. Bukhari)

4. Menjaga pandangan dari yang haram
apabila tidak dijaga, maka puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. karenanya boleh jadi puasanya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan teracapai.

5. Menghidupkan malam dengan ibadah
memperbanyak shalat dan do'a-do'a agar seseorang tidak merugi karena kehilangan momentum berharga, ketika pintu langit terbuka lebar dan Allah menanti setiap yang meminta.

6. Tidak makan berlebihan disaat berbuka
puasa menjadikan kita dapat bercermin untuk menjadi pribadi yang lebih baik. bisa lebih bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. 

7. Mengoptimalkan infaq
Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan. di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. 

8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir
Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam di dalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. mereka memperbanyak ibadah, dzikir, dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya al-Qur'an. 
pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka merasakan kesedihan mendalam karena akan berpisah dengan bulan mulia. ada juga yang bergumam harapan  jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.

9. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan
Kesungguhan niat kita memperbaiki diri selama Ramadhan akan terlihat hasilnya setelah bulan Ramadhan itu berlalu. 

10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan
amal-amal ibadah selama bulan Ramadhan adalah bekal pasokan amunisi agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. seseorang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan jika ia tidak berupaya menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan itu.

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan ridha Allah SWT, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." (HR. Bukhari-Muslim)


dikutip dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment